Zionis Cegah Akademisi Afrika Selatan ke Tepi Barat

13 March 2013, 11:34.

JAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Penjajah zionis ‘Israel’ menolak masuk seorang akademisi ternama, relawan HAM yang juga Direktur Pusat Hak Pendidikan dan Transformasi di Universitas Johannesburg, Dr. Salim
Vally Selasa kemarin (12/3). Electronic Intifada menyebut sikap Zionis ini sebagai contoh terbaru penindasan kebebasan pendidikan di wilayah
Palestina yang diduduki.

Vally yang juga anggota Komite Solidaritas Palestina (PSC) diundang untuk memberikan sejumlah kuliah di Tepi Barat oleh Yayasan Friedrich Ebert Stiftung Jerman.

Vally yang terpaksa kembali ke jembatan perbatasan Allenby antara
Yordania dengan Tepi Barat setelah sempat ditahan dan diinterogasi selama lima jam, dipermalukan lalu digeledah oleh pasukan zionis, akhirnya menyampaikan kuliahnya dari Amman lewat video.

“Yang paling menyakitkan dari semua cerita ini adalah melihat warga Palestina kembali ke rumah mereka. Banyak dari mereka adalah orang-orang tua yang bahkan lebih tua dari orangtua saya diperlakukan tidak baik dan dipermalukan oleh orang-orang muda yang cukup muda untuk menjadi cucu mereka,” kata Vally.

Vally bukanlah akademisi Afrika Selatan pertama yang ditolak masuk ke Palestina oleh penjajah zionis. Pada bulan Mei 2011, zionis menolak kedatangan Direktur Pusat Afro-Timur Tengah (AMEC) di Johannesburg, Na’eem Jeenah.

Sementara penjajah zionis secara rutin menolak para akademisi masuk ke Palestina termasuk seorang guru Palestina-Amerika bernama Nour Joudah yang dilarang kembali setelah kunjungan sepuluh hari ke Yordania, masyarakat internasional menaruh perhatian pada aksi Zionis ini.

Pada tahun 2010 lalu, zionis dipermalukan lewat kecaman-kecaman global setelah menolak kedatangan profesor Noam Chomsky. Meski begitu, zionis tetap melarang akademisi memasuki wilayah Palestina sambil mengeluh bahwa pihaknya telah diperlakukan tidak adil oleh para akademisi dan diboikot.

Pada tahun 2011, senat Universitas Johannesburg memutuskan untuk menghentikan perjanjian kerja sama dengan Universitas Ben Gurion sebagai respon atas kampanye pemboikotan zionis. Tahun lalu, pemerintah Afrika Selatan juga meminta warganya untuk tidak mengunjungi zionis akibat perlakuan buruknya terhadap rakyat
Palestina.

Kedatangan Vally kemarin untuk melihat rakyat Palestina bukan mengunjungi ‘israel’. Namun, tidak ada yang bisa mengunjungi Palestinatanpa melewati ‘pemeriksaan Israel’.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

20130313-113927.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s