Analis Politik: Kader Partai Tertangguh Ada di PKS

Sabtu, 02 Maret 2013

Pandu Wibowo

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan partai kader terbesar di Indonesia. Partai ini pun dikatakan partai dakwah karena para kadernya terus berdakwa baik di lingkungan dan parlemen. Dari dakwah yang tidak pernah kenal lelah tersebut akhirnya rakyat Indonesia mulai berfikir untuk mendukung partai dakwah ini. Rakyat mendukung bukan tanpa alasan, mereka mendukung karena PKS selalu dekat dan melayani masyarakat. Di saat bencana menimpa bumi pertiwi seperti banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain lain kader dan simpatisan PKS selalu menjadi garda terdepan, dan hal inilah yang mungkin membuat rakyat mulai simpati dan mendukung partai ini.

Dari dukungan dan sikap simpati yang diberikan rakyat Indonesia kepada PKS, membuat partai dakwah ini merasa yakin bahwa Indonesia bisa ditaklukan oleh dakwah partai ini. Tapi keyakinan partai dakwah tersebut pun seketika meredup sejenak karena nampaknya PKS menerima ujian yang sangat berat. Ujian tersebut adalah penetapan tersangka kasus suap impor daging sapi yang tidak tanggung menyeret nama Presiden PKS. Kejadian tersebut pun membuat kader dan simpattisan bertanya tanya dan galau.

Kasus suap yang menyeret nama Presiden PKS tersebut ternyata menimbulkan pertanyaan besar, apakah kader kader PKS tetap akan solid atau kader kader PKS akan meninggalkan Partai dakwah tersebut? Pertanyaan itu pun dengan cepat direspon oleh pengurus partai dan kader kader PKS yang menyatakan kader PKS tetap solid walau ditimpa bencana seperti ini, karena kekuatan PKS berada di kader bukan di satu orang. Pembenahan pembenahan pun dilakukan di internal PKS. Anis Mata sebagai Presiden baru PKS pun terus menyemakati hati kader kader PKS agar kuat terhadap ujian.

Dibalik ujian yang diterima ternyata PKS malah mendapat berkah. Secara mengejutkan banyak sekali masyarakat yang mendaftar menjadi kader PKS. Kita bisa ambil contoh ratusan warga Sumatra Utara yang berjumlah sekitar 405 orang berbondong bondong mendaftar menjadi kader PKS. Tidak hanya itu berkah yang diterima PKS, sikap simpati dan pujian pun tidak tanggung tanggung datang dari orang Non Muslim yang mengatakan PKS luar biasa karena memiliki kader kader yang tangguh.

Menurut saya sebagai penulis PKS benar benar bersyukur memiliki kader kader yang solid. Karena kader kader ini mampu mengeluarkan PKS dari lubang yang sangat dalam. Dari fenomana berkah yang diterima PKS tersebut timbul pertanyaan lagi, apakah PKS akan ditinggalkan simpatisannya yang pada pemilu 2009 memilih PKS? Untuk pertanyaan ini saya akan mengajak pembaca menganilisis sedikit apakah dengan berkurangnya simpatan PKS akan membuat PKS hancur di pemilu 2014 ?!

PKS kemungkinan akan ditinggalkan beberapa simpatisannya, tapi menurut saya pribadi itu semua tidak menjadi masalah. Karena PKS juga mendapat tambahan kader yang ingin bergabung bersama PKS. Dari bertambahnya kader kader tersebut PKS akan bisa menambah suara setianyanya dipemilu. Karena dalam konsep kaderisasi partai seorang kader pasti akan mendukung partainya dan tidak akan mendukung partai selain partainya. Sebaliknya simpatisan, simpatisan memang kemungkinan besar akan mendukung partainya dipemilu, tapi mereka bisa dipengaruhi untuk tidak mendukung partainya seperti isu isu politik yang bisa menyebabkan mereka bsia menarik dukungannganya. Jadi menurut saya lebih baik simpatisan berkurang tapi diikuti banyaknya masyarakat yang menjadi kader sebuah partai.

Dalam study ilmu politik yangs saya pelajari, cara melihat sehat, bagus, hebat atau tidak paartai politik bisa dilihat dari beberapa hal. Hal tersebut antara lain:

Pertama, Struktural Internal

Struktural Internal partai adalah derajat kesisteman suatu partai. Jika kita lihat PKS, PKS memliki derajat kesisteman partai yang menurut saya baik. Karena PKS berhasil menunjukan bahwa sistem yang dibangun baik sistem pembangunan kader dan partai terealisasi dengan baik. Terbukti sistem PKS tidak goyah walau kasus suap menimpa pentolannya.

Kedua, Struktural Eksternal

Jika kita ingin melihat derajat kesisteman partai, kita bisa melihat struktural eksternal partai yang dimana segala kebijakan dan kebputusa partai tidak dipengaruhi oleh luar. PKS telah membuktikan bahwa segala keputusannyadan kebijaknnya berasal dari internal PKS. Majelis Syuro PKS berhasil membangun struktural eksternal yang kuat sehingga PKS di mendapat invansi dari luar dalam mengeluarkan kebijakan atau keputusan. Karena Majelis Syuro lah majelis tertinggi di PKS yang dimana memutuskan segala kebijakan partai

Ketiga, Kultural Eksternal

Kultural Ekstrenal suatu partai adalah nilai nilai ideologi yang dianut oleh suatu aprtai politik. Jika kita lihat fenomena partai politik di Indonesia banyak sekali partai politik yang ideologinya tidak jelas. Hampir semua partai politik di Indonesia ideologinya sama seperti yang lain. Ada aprtai nasionalis yang seperti keislam islaman, dan ada partai Islam yang ingin seperti nasionlis nasionalisan. Tapi berbeda dengan PKS, PKS tetap konskuen dengan ideologi yang dianut yaitu Islam yang tidak ada penambahan dan pengurangan sama sekakali. Khususnya saya sebagai mahasiswa Ilmu Politik melihat hanya ada 2 partai politik di Indonesia yang memiliki ideologi yang jelas yakni PDI dengan Ideologi Nasionalisnya, dan PKS dengan ideologi Islamnya.

Dan yang Keempat, Opini Publik

Opini publik sangant menentukan apakah citra yang didapat suatu partai bisa buruk atau bagus dimata masyarakat. Baru baru ini memang PKS mendapat opini kurang baik dari berbagai kalangan karena kasus suap yang menimpa mantan Presiden partainya. Tapi setelah kasus tersebut seakan PKS bangkit dengan cepat sehingga setiap hari malah mendapat opini bagus dari berbagai kalangan. Masyarakat menilai PKS bagus karena tata cara kelola partainya cukup baik. Dalam jangka waktu kuran dari 24 jam, PKS berhasil memiliki Presiden baru. Perganitian yangs sangat cepat ini pun membuat terkejut masyarakat dan menunjukan bahwa PKS adalah partai yang cepat dalam mengatasi masalah. Ditambah lagi banyak sekali masyarakat yang berbondong bondong datang untuk menjadi kader PKS karena mereka menganggap PKS adalah memiliki kaderisasi yang bersih.

Kesimpulan dari analaisis dan opini diatas adalah jika partai bisa memenuhi 4 hal tersebut berarti partai tersebut sehat dan pantas menjadi memimpin bangsa ini. PKS telah membuktikannya dengan konsep kakderisasi yang solid PKS mampu kuat ditengah badai tsunami politik yang menimpanya. dari opini diatas pula bisa dilihat PKS berhasil membangun sebuah derajat kesisteman yang cukup tangguh yang dimana memiliki kader kader yang solid sehingga kader kader tersebut bisa menjalankan mesin partai dengan semestinya. []

*Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s